Senin, 01 Oktober 2012

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN


PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
PENDAHULUAN
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumen yang beragam memiliki kebutuhan, selera, keinginan, dan perilaku yang berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu alasan banyaknya produk dipasaran yang memiliki kualitas maupun harga yang beragam guna memenuhi para konsumen. Banyaknya produk juga membuat konsumen teliti menentukan pilihannya, sehingga membutuhkan proses dalam memutuskan memilih suatu barang. Dalam tulisan berikut ini akan dibahas mengenai hal – hal dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen.

PEMBAHASAN
1.    PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

2.    VARIABEL PERILAKU KONSUMEN

Variable Stimulus
Variable stimulus merupakan variabel yang berada di luar diriindividu (faktor eksternal) yang sangat berpengaruh dalamproses pembelian. Contohnya: Merek dan jenis barang, iklan,pramuniaga,penataan barang, dan ruangan toko.

Variabel Respons
Variabel respons merupakan hasil aktivitas individu sebagaireaksi dari variabel stimulus. Variabel respons sangatbergantung pada faktor individu dan kekuatan stimulus.Contohnya: keputusan membeli barang, pemberi penilaianterhadap barang, perubahan sikap terhadap suatu produk.

Variabel Intervening
Variabel intervening adalah variabel antara stimulus danrespons. Variabel ini merupakan faktor internal individu,termasuk motif - motif membeli, sikap terhadap suatuperistiwa, dan persepsi terhadap suatu barang. Perananvariabel intervening adalah untuk memodifikasi respons.


3.    TAHAP – TAHAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:

1.     Pengenalan Masalah
Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.

2.     Pencarian informasi.
Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.

3.     Evaluasi Alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.

4.     Keputusan Pembeli
Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.


4.    KATEGORI KEPUTUSAN

a.    Keputusan dalam keadaan ada kepastian (certainty)
Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap, maka keputusan dikatakan dalam situasi ada kepastian. Dalam keadaan pasti kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari setiap tindakan.
Misalnya, di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali keputusan yang kita ambil dalam situasi ada kepastian. Kita tahu persis arah kemana kita harus pergi untuk menemui dokter pribadi, tempat biasa nongkrong, restoran favorit dan sudah terbayang hasil keputusan yang akan kita peroleh sesuai dengan apa yang kita putuskan seperti obat yang mujarab, hal yang menyenangkan, serrta makanan yang lezat.

b.    Keputusan dalam keadaan ada risiko (risk)
Risiko terjadi jika hasil pengambilan keputusan walaupun tidak diketahui kepastiaanya akan tetapi diketahui nilai kemungkinan (probability). Misalnya anda ingin memutuskan membeli barang , setiap barang dibungkus rapi sehingga anda tidak tahu mana yang bagus, mana yang cacat/rusak.Tetapi seandainya penjual barang tersebut jujur dan anda diberitahu barangnya ada 10 buah dan yang rusak 9 buah. Kemudian anda harus memutuskan jadi membeli atau tidak.

c.    Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty)
Ketidakpastian akan kita hadapi sebagai pengambilan keputusan kalau hasil keputusan sama sekali tidak tahu karena hal yang akan diputuskan belum pernah terjadi sebelumnya. Misalnya anda baru mengenal seseorang, dia meminjam uang anda sebesar 500.000 untuk modal usaha. Anda sama sekali tidak mengenal orang itu, maka seandainya anda berikan uang sebanyak yang ia inginkan, anda tidak tahu sama sekali berapa probabilitasnya bahwa orang tersebut akan mengembalikan uang yang dipinjamnya tepat pada waktunya.


d.    Keputusan dalam keadaan ada konflik (conflict)
Situasi konflik terjadi kalau kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan (ada konflik) dalam situasi kompetitif. Contohnya kalau pengambil keputusan A memperoleh keuntungan dari suatu tindakan yang dia lakukan, hal itu hanya mungkin terjadi oleh karena pengambil keputusan lainnya, yaitu B, juga mengambil tidakan tertentu. Keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh masing-masing akan saling mempengaruhi baik secara positif maupun negative.
Walaupun kelihatannya sederhana, keputusan dalam situasi dalam konflik seringkali dalam prakteknya menjadi sangat ruwet (kompleks). Misalnya kita dapat dihadapkan pada keadaan yang tak pasti ditambah lagi adanya tindakan pihak lawan yang bisa mempengaruhi hasil keputusan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan menjadi lebih banyak.

5.    KENDALA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

a.    Kegagalan di masa lalu
Dalam karier seseorang sebagai contohnya, tidak seorangpun yang mencapai nilai keberhasilan seratus persen. Ada saja tindakan dan keputusan yang diambil yang tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Pengalaman pahit demikian tidak jarang menjadi kendala dalam pengambilan keputusan, dan bahkan begitu menghantui seseorang sehingga ia menjadi takut atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

b.    Konsultasi yang berlebihan
Proses pengambilan keputusan dapat menjadi sangat lamban apabila seorang pengambil keputusan melakukan banyak konsultasi dengan berbagai pihak. Proses konsultasi bukan saja perlu tetapi harus dilakukan, alasan nya ialah bahwa dalam menghadapi situasi problematik , kemampuan seseorang yang terbatas tidak memungkinkan memecahkan masalah tersebut secara tuntas betapa tinggi kemampuannya.

c.    Faktor ketidakpastian
Tidak dapat disangkal bahwa ketidakpastian merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengambilan keputusan. Karena itu kemampuan memperhitungkan dan mengatasi kendala tersebut. Ketidakpastian itu menjadi kendala karena :
1) Kurangnya keyakinan dalam diri pengambil keputusan tentang hasil yang akan diperoleh dari keputusannya.
2) Preferensi pribadi yang bersangkutan atas alternatif yang mungkin ditempuh, yang bisa saja berbeda dari alternatif yang ditemukan melalui pendekatan ilmiah.
3) Si pengambil keputusan ragu apakah keputusan baru diperlukan.

d.    Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi
Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi dalam proses pengambilan keputusan dapat menjadi kendala yang harus disingkirkan. Tidak jarang terdengar keluhan para pengambil keputusan mengatakan , bahwa mereka tidak mengambil keputusan karena mereka tidak memiliki informasi yang cukup. Bukan merupakan peritiwa yang ganjil jika seorang pengambil keputusan menggunakan dalih terlalu banyak informasi sebagai alasan untuk tidak cepat mengambil keputusan.

6.    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Presepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulasi atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

KESIMPULAN
Jadi kesimpulannya proses pengambilan keputusan oleh konsumen sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumen tersebut. Dalam tahap proses pengambilan keputusan oleh konsumen terdiri dari pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative, dan keputusan pembeli. Faktor – faktor yeng mempengaruhi pengambilan keputusan oleh konsumen diantaranya motivasi, presepsi, pembentukan sikap, dan integrasi. Namun ada juga kendala dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen yaitu kegagalan dimasa lalu, konsultasi berlebihan, faktor ketidakpastian dan pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi.

REFERENSI

Sabtu, 29 September 2012

SEGMENTASI PASAR DAN ANALIS DEMOGRAFI


SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI
PENDAHULUAN
Pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan, selera ataupun keinginan yang berbeda. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor demografi, geografi, psikologi, sosial budaya maupun ekonomi. Hal – hal tersebut dijadikan dasar atau patokan para pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan maupun keinginan konsumen yang berbeda – beda, dengan cara menentukan target pasar dan segmentasi pasar agar produk yang dihasilakan tepat sasaran atau dapat memuaskan pasar.
Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai segmentasi pasar dan analisis demografi. Mulai dari pengertian segmentasi pasar, peran segmentasi pasar dalam marketing, kelebihan dan kekurangan, dan tentunya analisis demografi.
PEMBAHASAN
1.    PENGERTIAN SEGMENTASI PASAR

Ø  Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi – bagi pasar yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Ø  Pride & Ferrel (1995) mengartikan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Ø  Hermawan Kertajaya mengartikan segmentasi pasar sebagai sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Dalam hal ini yang dimaksud kreatif yaitu kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar.

2.    PERAN SEGMENTASI PASAR DALAM MARKETING

Ø  Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
Ø  Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
Ø  Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
Ø  Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.

3.    MANFAAT SEGMENTASI PASAR

ü  Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
ü  Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
ü  Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
ü  Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
ü  Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:

ü  Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
ü  Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
ü   Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
ü   Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

4.    KELEMAHAN SEGMENTASI PASAR

Ø  Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
Ø  Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
Ø  Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
Ø  Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

5.    KRITERIA UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR SECARA EFEKTIF

Untuk menjadi target yang efektif, maka segmen pasar tertentu haruslah:
1.    Dapat diidentifikasi,
2.    Mencukupi (dari sudut ukuran),
3.    Stabil atau bertumbuh,
4.    Dapat dimasuki (dapat dijangkau) dari sudut media maupun biaya.

6.    LANGKAH – LANGKAH SEGMENTASI PASAR

1.       Menentukan batas pasar
Menetapkan batas pasar yang akan dilayani dengan mempertimbangkan jenis persaingan (persaingan generic, bentuk produk dan merek).

2.        Memutuskan variabel segmentasi yang akan digunakan. Langkah-langkah penting dalam proses segmentasi adalah menyeleksi variabel-variabel dan memutuskan mana variabel yang paling sesuai. Adakalanya pemasar cukup mengumpulkan sebanyak mungkin variabel yang mungkin berguna dan kemudian menggunakan analisis data untuk mengelompokkan orang kedalam segmen. Untuk memilih landasan segmentasi yang cocok terlebih dahulu. Spesifikasi produk lebih erat terkait dengan pengambilan keputusan pemasaran.

3.        Mengumpulkan dan menganalisis data segmentasi
Hasil dari pengumpulan data dan analisis keseluruhan proses segmentasi pasar difokuskan pada pengidentifikasian kelompok-kelompok yang anggota-anggotanya mempunyai keinginan dan kebutuhan yang sama.

4.        Mengembangkan profil tiap-tiap segmen
Memilih dari serangkaian variabel deskriptif yang mungkin seperangkat variabel yang sesuai untuk setiap segmen. Variabel demografi dan geografi menghasilkan gambaran yang lebih lengkap mengenai setiap segmen di pasar.

5.       Mendidik segmen-segmen yang dilayani
Dengan melihat segmen-segmen yang menawarkan peluang yang memberikan kesesuaian terbaik antara sumber daya organisasi dan segmen yang digarap.

6.       Merancang rencana pemasaran
Segmen yang dilayani pesaing juga harus diidentifikasi, strategi untuk menarik perhatian konsumen di setiap segmen harus dikembangkan. Atribut-atribut produk harus dirancang atau dirancang ulang dan kampanye promosi harus disusun untuk menciptakan citra yang dikehendaki pasar.

7.    DASAR  SEGMENTASI PASAR

Ø  Segmentasi Geografis

Pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain. Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan/atau bermacam-macam makanan lebih baik di satu daerah daripada di berbagai daerah lain. Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang.

Ø  Segmentasi Demografis

Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain:
Usia, Gender (jenis kelamin), Status perkawinan, Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan.

Ø  Segmentasi Psikologis

Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.
Ø  Segmentasi Psikografis

Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

Ø  Segmentasi Sosial Budaya

Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya.

Ø  Segmentasi Terkait Pemakaian

Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan, dan bukan pemakai produk, jasa, atau merek khusus.

Ø  Segmentasi Situasi Pemakaian

Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.

Ø  Segmentasi Manfaat

Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.

Ø  Segmentasi Gabungan

Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah:
·                     Profil Psikografis-Demografis
Profil psikografis dan demografis merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan memberikan hasil maksimal jika digunakan bersama.
·                     Segmentasi Geodemografis
Jenis segmentasi gabungan ini didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan kebiasaan konsumsi yang sama.
·                     VALS 2
System VALS secara lebih tegas memfokuskan pada usaha menjelaskan perilaku membeli konsumen.
8.    ANALISIS DEMOGRAFI
Pada point ini secara spesifik akan dibahas mengeai analisis demografi.
Ø  Pengertian
Analisis demografi adalah menganalisis secara rinci pada variable demografi untuk menghasilkan informasi yang spesifik dan akurat guna dijadikan patokan dalam mengambil keputusan maupun penentuan target dan segmentasi pasar, hal tersebut diharapkan agar produk yang akan dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan dapat memuaskan konsumen.

Ø  Variabel Demografi
Variabel – variable yang dianalisis dalam analisis demografi diantaranya usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dll.

Ø  Kelebihan Analisis Demografi
ü  Informasi relatif mudah dijangkau
ü  Variabel pada analsis demografi lebih konsisten

PENUTUPAN

KESIMPULAN


Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi – bagi pasar yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen. Segmentasi pasar sangat penting dilakukan dalam suatu bisnis, agar produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan dan dapat memenuhi kepuasan konsumen yang menjadi target pasar. Namun untuk melakukan segmentasi pasar pelaku usaha harus mengeluarkan biaya  yang lebih besar untuk biaya penelitian dalam menganalisis dasar segmentasi pasar. Dasar – dasar segmentasi pasar diantaranya dasar geografis, psikografis, demografis dan lain – lain. Salah satu analisis dasar segmentasi pasar yang sering digunakan adalah analsis demografi, yaitu menganalisis secara rinci pada variable demografi untuk menghasilkan informasi yang spesifik dan akurat guna dijadikan patokan dalam mengambil keputusan maupun penentuan target dan segmentasi pasar, hal tersebut diharapkan agar produk yang akan dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan dapat memuaskan konsumen. Variabel yang digunakan dalam analisis demografi yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dll.
Jadi pelaku usaha ataupun bisnis sangat disarankan melakukan segmentasi pasar terlebih dahulu, namun harus menggunakan analisis dasar yang tepat sesuai dengan produk maupun konsumen yang akan dijadikan target pasar, sehingga resiko produk tidak disukai konumen dapat diminimalisir.


REFERENSI











Senin, 11 Juni 2012

tugas 4

POKOK PERMASALAHAN

1. Jelaskan perbatasan wilayah darat dan laut Negara Indonesia dengan Negara tetangga !
2. Sebutkan pulau-pulau terluar yang ada di Indonesia yang merupakan perbatasan dengan Negara lain !
3. Sebutkan provinsi yang ada di Indonesia !

PEMBAHASAN

1. Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulaunya yang mencapai 17.499 pulau dan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2, serta panjang garis pantai yang mencapai 81.900 km2. Dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut, implikasinya, hanya ada tiga perbatasan darat dan sisanya adalah perbatasan laut. Perbatasan laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara diantaranya Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sedangkan untuk wilayah darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, yakni Malaysia, Papua Nugini, danTimor Leste dengan panjang garis perbatasan darat secara keseluruhan adalah 2914,1 k.

2. Republik Indonesia adalah Negara kepulauan berwawasan nusantara, sehingga batas wilayah di laut harus mengacu pada UNCLOS (United Nations Convension on the Law of the Sea) 82/ HUKLA (Hukum laut) 82 yang kemudian diratifikasi dengan UU No. 17 Tahun 1985. Indonesia memiliki sekitar 17.506 buah pulau dan 2/3 wilayahnya berupa lautan.
Dari 17.506 pulau tersebut terdapat Pulau-pulau terluar yang menjadi batas langsung Indonesia dengan negara tetangga. Berdasarkan hasil survei Base Point atau Titik Dasar yang telah dilakukan DISHIDROS TNI AL, untuk menetapkan batas wilayah dengan negara tetangga, terdapat 183 titik dasar yang terletak di 92 pulau terluar, sisanya ada di tanjung tanjung terluar dan di wilayah pantai.
Berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan oleh DISHIDROS TNI AL, terdapat 92 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, diantaranya :
1. Pulau Simeulucut, Salaut Besar, Rawa, Rusa, Benggala dan Rondo berbatasan dengan India
2. Pulau Sentut, Tokong Malang Baru, Damar, Mangkai, Tokong Nanas, Tokong Belayar, Tokong Boro, Semiun, Subi Kecil, Kepala, Sebatik, Gosong Makasar, Maratua, Sambit, Berhala, Batu Mandi, Iyu Kecil, dan Karimun Kecil berbatasan dengan Malaysia
3. Pulau Nipa, Pelampong, Batu berhenti, dan Nongsa berbatasan dengan Singapura
4. Pulau Sebetul, Sekatung, dan Senua berbatasan dengan Vietnam
5. Pulau Lingian, Salando, Dolangan, Bangkit, Manterawu, Makalehi, Kawalusu, Kawio, Marore, Batu Bawa Ikang, Miangas, Marampit, Intata, kakarutan dan Jiew berbatasan dengan Filipina
6. . Pulau Dana, Dana (pulau ini tidak sama dengan Pulau Dana yang disebut pertama kali, terdapat kesamaan nama), Mangudu, Shopialoisa, Barung, Sekel, Panehen, Nusa Kambangan, Kolepon, Ararkula, Karaweira, Penambulai, Kultubai Utara, Kultubai Selatan, Karang, Enu, Batugoyan, Larat, Asutubun, Selaru, Batarkusu, Masela dan Meatimiarang berbatasan dengan Australia
7. Pulau Leti, Kisar, Wetar, Liran, Alor, dan Batek berbatasan dengan Timor Leste
8. Pulau Budd, Fani, Miossu, Fanildo, Bras, Bepondo danLiki berbatasan dengan Palau
9. Pulau Laag berbatasan dengan Papua Nugini
10. Pulau Manuk, Deli, Batukecil, Enggano, Mega, Sibarubaru, Sinyaunau, Simuk dan wunga berbatasan dengan samudra Hindia.

3. Nama – nama provinsi di Indonesia
PULAU SUMATERA
1 Provinsi Nanggro Aceh Darussalam Ibukota nya adalah Banda Aceh
2 Provinsi Sumatera Utara Ibukota nya adalah Medan
3 Provinsi Sumatera Barat Ibukota nya adalah Padang
4 Provinsi Riau Ibukota nya adalah Pekan Baru
5 Provinsi Kepulauan Riau Ibukota nya adalah Tanjung Pinang
6 Provinsi Jambi Ibukota nya adalah Jambi
7 Provinsi Sumatera Selatan Ibukota nya adalah Palembang
8 Provinsi Bangka Belitung Ibukota nya adalah Pangkal Pinang
9 Provinsi Bengkulu Ibukota nya adalah Bengkulu
10 Provinsi Lampung Ibukota nya adalah Bandar Lampung




PULAU JAWA
11 Provinsi DKI Jakarta Ibukota nya adalah Jakarta
12 Provinsi Jawa Barat Ibukota nya adalah Bandung
13 Provinsi Banten Ibukota nya adalah Serang
14 Provinsi Jawa Tengah Ibukota nya adalah Semarang
15 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Ibukota nya adalah Yogyakarta
16 Provinsi Jawa Timur Ibukota nya adalah Surabaya

PULAU NUSA TENGGARA DAN BALI
17 Provinsi Bali Ibukota nya adalah Denpasar
18 Provinsi Nusa Tenggara Barat Ibukota nya adalah Mataram
19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Ibukota nya adalah Kupang

PULAU KALIMANTAN
20 Provinsi Kalimantan Barat Ibukota nya adalah Pontianak
21 Provinsi Kalimantan Tengah Ibukota nya adalah Palangkaraya
22 Provinsi Kalimantan Selatan Ibukota nya adalah Banjarmasin
23 Provinsi Kalimantan Timur Ibukota nya adalah Samarinda


PULAU SULAWESI
24 Provinsi Sulawesi Utara Ibukota nya adalah Manado
25 Provinsi Sulawesi Barat Ibukota nya adalah Kota Mamuju
26 Provinsi Sulawesi Tengah Ibukota nya adalah Palu
27 Provinsi Sulawesi Tenggara Ibukota nya adalah Kendari
28 Provinsi Sulawesi Selatan Ibukota nya adalah Makassar
29 Provinsi Gorontalo Ibukota nya adalah Gorontalo

KEPULAUAN MALUKU DAN PAPUA
30 Provinsi Maluku Ibukota nya adalah Ambon
31 Provinsi Maluku Utara Ibukota nya adalah Ternate
32 Provinsi Papua Barat Ibukota nya adalah Kota Manokwari
33 Provinsi Papua Ibukota nya adalah Jayapura
Provinsi Baru Hasil Pemekaran :
1. Kepulauan Riau
2. Kepulauan Bangka Belitung
3. Banten
4. Gorontalo
5. Maluku Utara
6. Papua Barat
REFERENSI

http://bilqisiqlib.wordpress.com/2011/12/04/batas-negara-indonesia/
http://www.geomatika.its.ac.id/lang/id/archives/774
http://catonggo-sulistiyono.blogspot.com/2010/05/nama-nama-provinsi-dan-ibukotanya-di.html