Minggu, 07 Oktober 2012

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN


EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN

PENDAHULUAN

Banyaknya barang ataupun jasa yang tersedia di pasar membuat konsumen harus memilih mana yang paling cocok bagi kebutuhan dan seleranya.  Untuk memilih mana produk yang paling cocok dan memberikan kepuasan paling besar, konsumen perlu membandingkan produk – produk yang sejenis, mulai dari harga, kualitas maupun variabel lainnya. Dalam prosesnya, konsumen perlu melakukan evaluasi alternatif sebagai tindakan berjaga-jaga, jika terjadi masalah dalam proses pembelian atau pendapat produk.

PENGERTIAN EVALUASI

Evaluasi  adalah proses penilaian. Penilaian ini bisa menjadi netral, positif atau negatif atau merupakan gabungan dari keduanya. Saat sesuatu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya.

TAHAP-TAHAP DALAM PROSES PEMBELIAN

1.   Menganalisa Keinginan dan Kebutuhan
            Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui                         adanya keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi  atau terpuaskan

2.   Menilai Sumber-sumber
            Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan lamanya waktu             dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli.

3.   Menetapkan Tujuan Pembelian
            Tahap ketika konsumen memutuskan untuk tujuan apa pembelian dilakukan, yang                       bergantung pada jenis produk dan kebutuhannya

4.   Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian
            Tahap ketika konsumen mulai  mengidentifikasikan berbagai alternatif pembelian

5.   Keputusan Membeli
            Tahap ketika konsumen mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika                         dianggap bahwa keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan                           menjumpai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk,                     penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya

6.   Perilaku Sesudah Pembelian
            Tahap terakhir yaitu ketika konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk                    tertentu.


KRITERIA EVALUASI

Kriteria evaluasi, salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk (Kotler, 2005).

TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
           
            KONSUMEN INDIVIDU

            Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik              merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh             demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

            PENGARUH LINGKUNGAN

            Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan,       pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi    atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup    referensi) dan faktor   menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli    seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

            Marketing strategy

            Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu        dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga,      periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan   keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi       kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini             digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan             keputusan konsumen dalam gambar 1.1 penelitian pemasaran memberikan          informasi  kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi          tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran      kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.

MEMILIH ALTERNATIF TERBAIK

Di dalam pengambilan keputusan, pengambil keputusan harus memilih salah satu alternatif di antara banyak alternatif. Pemilihan dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi, atau tekanan. Memang harus diakui ada hasil keputusan yang memuaskan semua pihak tetapi ada juga yang merugikan pihak lain.

KESIMPULAN

Evaluasi alternatif merupakan salah saru tahapan dalam proses pengambilan keputusan yang sangat penting. Banyak pilihan alternatif yang ada membuat kita harus teliti dan cermat dalam menetukan pilihan yang tepat. Ada beberapa cara untuk memilih produk yang tepat, yaitu menetukan kebutuhan akan suatu produk, memilih harga dan kualitas yang tepat, membandingkan produk-produk yang sejenis. Dengan melakukan evaluasi alternatif diharapkan konsumen dapat memilih produk yang tepat dan memberikan kepuasan yang paling maksimal.


REFERENSI



EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN


EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN

PENDAHULUAN

Banyaknya barang ataupun jasa yang tersedia di pasar membuat konsumen harus memilih mana yang paling cocok bagi kebutuhan dan seleranya.  Untuk memilih mana produk yang paling cocok dan memberikan kepuasan paling besar, konsumen perlu membandingkan produk – produk yang sejenis, mulai dari harga, kualitas maupun variabel lainnya. Dalam prosesnya, konsumen perlu melakukan evaluasi alternatif sebagai tindakan berjaga-jaga, jika terjadi masalah dalam proses pembelian atau pendapat produk.

PENGERTIAN EVALUASI

Evaluasi  adalah proses penilaian. Penilaian ini bisa menjadi netral, positif atau negatif atau merupakan gabungan dari keduanya. Saat sesuatu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya.

TAHAP-TAHAP DALAM PROSES PEMBELIAN

1.   Menganalisa Keinginan dan Kebutuhan
            Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui                         adanya keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi  atau terpuaskan

2.   Menilai Sumber-sumber
            Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan lamanya waktu             dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli.

3.   Menetapkan Tujuan Pembelian
            Tahap ketika konsumen memutuskan untuk tujuan apa pembelian dilakukan, yang                       bergantung pada jenis produk dan kebutuhannya

4.   Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian
            Tahap ketika konsumen mulai  mengidentifikasikan berbagai alternatif pembelian

5.   Keputusan Membeli
            Tahap ketika konsumen mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika                         dianggap bahwa keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan                           menjumpai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk,                     penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya

6.   Perilaku Sesudah Pembelian
            Tahap terakhir yaitu ketika konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk                    tertentu.


KRITERIA EVALUASI

Kriteria evaluasi, salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk (Kotler, 2005).

TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
           
            KONSUMEN INDIVIDU

            Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik              merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh             demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

            PENGARUH LINGKUNGAN

            Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan,       pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi    atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup    referensi) dan faktor   menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli    seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

            Marketing strategy

            Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu        dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga,      periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan   keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi       kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini             digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan             keputusan konsumen dalam gambar 1.1 penelitian pemasaran memberikan          informasi  kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi          tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran      kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.

MEMILIH ALTERNATIF TERBAIK

Di dalam pengambilan keputusan, pengambil keputusan harus memilih salah satu alternatif di antara banyak alternatif. Pemilihan dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi, atau tekanan. Memang harus diakui ada hasil keputusan yang memuaskan semua pihak tetapi ada juga yang merugikan pihak lain.

KESIMPULAN

Evaluasi alternatif merupakan salah saru tahapan dalam proses pengambilan keputusan yang sangat penting. Banyak pilihan alternatif yang ada membuat kita harus teliti dan cermat dalam menetukan pilihan yang tepat. Ada beberapa cara untuk memilih produk yang tepat, yaitu menetukan kebutuhan akan suatu produk, memilih harga dan kualitas yang tepat, membandingkan produk-produk yang sejenis. Dengan melakukan evaluasi alternatif diharapkan konsumen dapat memilih produk yang tepat dan memberikan kepuasan yang paling maksimal.


REFERENSI



Sabtu, 06 Oktober 2012

PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI


PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI


1.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN

IRIS VARNER & LINDA BEAMER

Kebudayaan adalah sebagai pandangan yang koheren tentang sesuatu yang dipelajari, yang dibagi, atau yang dipertukarkan oleh sekelompok orang.


LARRY A. SAMOVAR & RICHARD E. PORTER

Kebudayaan dapat berarti simpanan akumulatif dari pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, pilihan waktu, peranan, relasi ruang, konsep yang luas, dan objek material atau kepemilikan yang dimiliki dan dipertahankan oleh sekelompok orang atau suatu generasi.

GUDKUNTS & KIM

Kebudayaan adalah sistem pengetahuan yang dipertukarkan oleh sejumlah orang dalam sebuah kelompok yang besar.

LEVO - HENRIKSSON

Kebudayaan meliputi semua aspek kehidupan kita setiap hari, terutama pandangan hidup - apapun bentuknya - baik itu mitos maupun sistem nilai dalam masyarakat.

RENE CHAR

Kebudayaan adalah warisan kita yang diturunkan tanpa surat wasiat.

C.A VAN PEURSEN

Kebudayaan merupakan gejala manusiawi dari kegiatan berfikir (mitos, ideologi, dan ilmu), komunikasi (sistem masyarakat), kerja (ilmu alam dan teknologi), dan kegiatan-kegiatan.

2.    PENGERTIAN KONSUMSI

Menurut drs. Hananto dan Sukarto T.J

Konsumsi adalah bagian dari penghasilan yang dipergunakan untuk membeli barang-barang atau jasa-jasa guna memenuhi hidup.

Menurut Albert C Mayers

Konsumsi adalah penggunaan barang-barang dan jasa yang langsung dan terakhir guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Menurut ilmu ekonomi

Konsumsi adalah setiap kegiatan memanfaatkan, menghabiskan kegunaan barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan demi menjaga kelangsungan hidup.

3.    PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI
           
            Kebudayaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suatu perilaku konsumen, dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pembelian dan konsumsi. Kebudayaan akan membentuk suatu perilaku konsumen, mulai dari selera, kebutuhan, keinginan, maupun kepuasan. Oleh karena itu faktor kebudayaan sering dijadikan salah satu variabel dalam analisis perilaku konsumen, segmentasi pasar,            dan target pasar.

4.    PENGARUH BUDAYA DAPAT MEMUASKAN KEBUTUHAN

Budaya yang ada di masyarakat dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya dalam suatu produk yang memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “Coba dan buktikan” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya dengan adanya budaya yang memberikan peraturan dan standar mengenai kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap waktu seseorang pada waktu makan. Begitu juga hal yang sama yang akan dilakukan konsumen misalnya sewaktu mengkonsumsi makanan olahan dan suatu obat.

5.    CONTOH PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI

            Contoh di Negara Indonesia makan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari sudah menjadi suatu kebudayaan, dan pada akhirnya akan mempengaruhi pembelian dan konsumsi, yaitu permintaan, pembelian dan konsumsi beras atau nasi sangat tinggi, contoh tersebut dikondisikan pada kondisi normal.


  

REFERENSI





Senin, 01 Oktober 2012

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN

-->
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
PENDAHULUAN
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumen yang beragam memiliki kebutuhan, selera, keinginan, dan perilaku yang berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu alasan banyaknya produk dipasaran yang memiliki kualitas maupun harga yang beragam guna memenuhi para konsumen. Banyaknya produk juga membuat konsumen teliti menentukan pilihannya, sehingga membutuhkan proses dalam memutuskan memilih suatu barang. Dalam tulisan berikut ini akan dibahas mengenai hal – hal dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen.

PEMBAHASAN
1.    PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

2.    VARIABEL PERILAKU KONSUMEN

Variable Stimulus
Variable stimulus merupakan variabel yang berada di luar diriindividu (faktor eksternal) yang sangat berpengaruh dalamproses pembelian. Contohnya: Merek dan jenis barang, iklan,pramuniaga,penataan barang, dan ruangan toko.

Variabel Respons
Variabel respons merupakan hasil aktivitas individu sebagaireaksi dari variabel stimulus. Variabel respons sangatbergantung pada faktor individu dan kekuatan stimulus.Contohnya: keputusan membeli barang, pemberi penilaianterhadap barang, perubahan sikap terhadap suatu produk.

Variabel Intervening
Variabel intervening adalah variabel antara stimulus danrespons. Variabel ini merupakan faktor internal individu,termasuk motif - motif membeli, sikap terhadap suatuperistiwa, dan persepsi terhadap suatu barang. Perananvariabel intervening adalah untuk memodifikasi respons.


3.    TAHAP – TAHAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:

1.     Pengenalan Masalah
Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.

2.     Pencarian informasi.
Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.

3.     Evaluasi Alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.

4.     Keputusan Pembeli
Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.


4.    KATEGORI KEPUTUSAN

a.    Keputusan dalam keadaan ada kepastian (certainty)
Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap, maka keputusan dikatakan dalam situasi ada kepastian. Dalam keadaan pasti kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari setiap tindakan.
Misalnya, di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali keputusan yang kita ambil dalam situasi ada kepastian. Kita tahu persis arah kemana kita harus pergi untuk menemui dokter pribadi, tempat biasa nongkrong, restoran favorit dan sudah terbayang hasil keputusan yang akan kita peroleh sesuai dengan apa yang kita putuskan seperti obat yang mujarab, hal yang menyenangkan, serrta makanan yang lezat.

b.    Keputusan dalam keadaan ada risiko (risk)
Risiko terjadi jika hasil pengambilan keputusan walaupun tidak diketahui kepastiaanya akan tetapi diketahui nilai kemungkinan (probability). Misalnya anda ingin memutuskan membeli barang , setiap barang dibungkus rapi sehingga anda tidak tahu mana yang bagus, mana yang cacat/rusak.Tetapi seandainya penjual barang tersebut jujur dan anda diberitahu barangnya ada 10 buah dan yang rusak 9 buah. Kemudian anda harus memutuskan jadi membeli atau tidak.

c.    Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty)
Ketidakpastian akan kita hadapi sebagai pengambilan keputusan kalau hasil keputusan sama sekali tidak tahu karena hal yang akan diputuskan belum pernah terjadi sebelumnya. Misalnya anda baru mengenal seseorang, dia meminjam uang anda sebesar 500.000 untuk modal usaha. Anda sama sekali tidak mengenal orang itu, maka seandainya anda berikan uang sebanyak yang ia inginkan, anda tidak tahu sama sekali berapa probabilitasnya bahwa orang tersebut akan mengembalikan uang yang dipinjamnya tepat pada waktunya.


d.    Keputusan dalam keadaan ada konflik (conflict)
Situasi konflik terjadi kalau kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan (ada konflik) dalam situasi kompetitif. Contohnya kalau pengambil keputusan A memperoleh keuntungan dari suatu tindakan yang dia lakukan, hal itu hanya mungkin terjadi oleh karena pengambil keputusan lainnya, yaitu B, juga mengambil tidakan tertentu. Keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh masing-masing akan saling mempengaruhi baik secara positif maupun negative.
Walaupun kelihatannya sederhana, keputusan dalam situasi dalam konflik seringkali dalam prakteknya menjadi sangat ruwet (kompleks). Misalnya kita dapat dihadapkan pada keadaan yang tak pasti ditambah lagi adanya tindakan pihak lawan yang bisa mempengaruhi hasil keputusan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan menjadi lebih banyak.

5.    KENDALA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

a.    Kegagalan di masa lalu
Dalam karier seseorang sebagai contohnya, tidak seorangpun yang mencapai nilai keberhasilan seratus persen. Ada saja tindakan dan keputusan yang diambil yang tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Pengalaman pahit demikian tidak jarang menjadi kendala dalam pengambilan keputusan, dan bahkan begitu menghantui seseorang sehingga ia menjadi takut atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

b.    Konsultasi yang berlebihan
Proses pengambilan keputusan dapat menjadi sangat lamban apabila seorang pengambil keputusan melakukan banyak konsultasi dengan berbagai pihak. Proses konsultasi bukan saja perlu tetapi harus dilakukan, alasan nya ialah bahwa dalam menghadapi situasi problematik , kemampuan seseorang yang terbatas tidak memungkinkan memecahkan masalah tersebut secara tuntas betapa tinggi kemampuannya.

c.    Faktor ketidakpastian
Tidak dapat disangkal bahwa ketidakpastian merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengambilan keputusan. Karena itu kemampuan memperhitungkan dan mengatasi kendala tersebut. Ketidakpastian itu menjadi kendala karena :
1) Kurangnya keyakinan dalam diri pengambil keputusan tentang hasil yang akan diperoleh dari keputusannya.
2) Preferensi pribadi yang bersangkutan atas alternatif yang mungkin ditempuh, yang bisa saja berbeda dari alternatif yang ditemukan melalui pendekatan ilmiah.
3) Si pengambil keputusan ragu apakah keputusan baru diperlukan.

d.    Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi
Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi dalam proses pengambilan keputusan dapat menjadi kendala yang harus disingkirkan. Tidak jarang terdengar keluhan para pengambil keputusan mengatakan , bahwa mereka tidak mengambil keputusan karena mereka tidak memiliki informasi yang cukup. Bukan merupakan peritiwa yang ganjil jika seorang pengambil keputusan menggunakan dalih terlalu banyak informasi sebagai alasan untuk tidak cepat mengambil keputusan.

6.    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri Manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Presepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulasi atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

KESIMPULAN
Jadi kesimpulannya proses pengambilan keputusan oleh konsumen sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumen tersebut. Dalam tahap proses pengambilan keputusan oleh konsumen terdiri dari pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative, dan keputusan pembeli. Faktor – faktor yeng mempengaruhi pengambilan keputusan oleh konsumen diantaranya motivasi, presepsi, pembentukan sikap, dan integrasi. Namun ada juga kendala dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen yaitu kegagalan dimasa lalu, konsultasi berlebihan, faktor ketidakpastian dan pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi.

REFERENSI