Rabu, 28 Mei 2014

TUGAS KELOMPOK

Nama Anggota Kelompok:
Agung Heru Kurniawan (10210293)
Chaerul Anwar (11210535)
Julius (13210808)
Rianto Purba (19210780)
Yulia Kristina Bitanto (18210748)

Pemaksimuman Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

1. Latar Belakang

Kemajuan teknologi yang sangat pesat seperti sekarang ini adalah salah satu bukti betapa kreatifitas manusia tidak ada batasnya. Walaupun tidak sedikit yang mengkhawatirkan dampak negatifnya, tetap saja kita tidak bisa memungkiri manfaatnya. Dengan menggunakan teknologi canggih kita dapat menyelesaikan suatu tugas dengan lebih efisien dan efektif. Hal dapat ini dirasakan oleh semua kalangan tanpa dibatasi oleh strata social. Berkat kreatifitas manusia juga, kini teknologi telah digunakan dalam segala aspek kehidupan manusia. Misalnya dalam dunia pendidikan, teknologi dimanfaatkan untuk sarana dan prasarana di sekolah ataupun di kampus.
Dengan kemajuan teknologi kemampuan berbahasa teknologi juga menjadi tuntutan bagi setiap orang yang ingin mempelajarinya. Bahasa teknologi yang adalah bahasa Inggris menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan. Bahasa teknologi yang dalam hal ini adalah bahasa Inggris tidak saja penting dikuasai untuk mempercepat mempelajari teknologi, namun juga penting dikuasai untuk digunakan di jaman globalisasi seperti sekarang ini. Dimana setiap orang yang ingin berkecimpung di dunia profesionalisme yang bergengsi dituntut untuk menguasai Bahasa Inggris. Tentu saja semua orang menginginkannya. Untuk mendapatkan pekerjaan bergengsi tersebut tidaklah mudah, apalagi ekonomi pasar bebas sudah di depan mata, di mana Indonesia akan bersaing dengan bebagai Negara, untuk mendapatkan posisi terbaik, termasuk bersaing dalam pasar tenaga kerja. Oleh karena itu kebijakan pendidikan diarahkan agar mampu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan seluruh aspek sumber daya yang ada termasuk teknologi informasi dan komunikasi atau dikenal dengan istilah ICT (Information and Communication Technology)
Hal ini disadari oleh orang-orang kreatif dan menguasai bidang teknologi, sehingga mereka mengembangkan teknologi yang mereka kuasai dengan menciptakan berbagai aplikasi software yang dapat membantu setiap orang untuk bisa berbahasa Inggris. Salah satu contoh aplikasi yang sering kita gunakan adalah aplikasi translator. Selain aplikasi tersebut ada juga pembelajaran melalui website gratis dari seluruh penjuru dunia yang mempublikasi materi-materi bahasa Inggris, video streaming yang bisa ditonton kapanpun, yang semuanya bisa diakses dengan mudah. Selain itu, tidak sedikit pula games yang dirancang khusus untuk mereka yang ingin belajar bahasa Inggris, media film, lagu, serta variasi lain yang semuanya dapat didapatkan dengan mudah, dimanapun, dan kapanpun.
Berdasarkan latar belakang diatas, dalam tugas kali ini kelompok kami akan memaparkan pengaruh besar manfaat kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap penguasaan orang-orang dalam bidang-bidang yang diminati, terkhusus kali ini membahas bidang bahasa yakni Bahasa Inggris, melalui kesimpulan yang kami peroleh dari berbagai artikel dan penelitian yang pernah dilakukan.

2. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bagi sebagian orang mengidentikkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan komputer saja. Akibatnya, setiap ada pembicaraan mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi, maka yang terlintas di dalam pemikiran yang bersangkutan adalah komputer atau internet. Namun sebenarnya TIK tidaklah sebatas komputer dan internet, tetapi juga mencakup yang konvensional, seperti bahan cetakan, kaset audio, Overhead Transparancy (OHT)/Overhead Projector (OHP), bingkai suara (sound slides), radio, dan TV.
Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi Dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
ü Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
ü Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Secara etimologis “Teknologi” berasal dari istilah “techno” yang berarti tehnik, seni atau ketrampilan, dan “logos” berarti ilmu. Jadi makna teknologi adalah ilmu tentang seni atau ketrampilan. Zen (dalam Effendy 2003 : 399 ) menjelaskan bahwa teknologi mencakup sains atau ilmu pengetahuan serta engineering atau teknik.
Levis ( 1996 : 6 ) mengartikan komunikasi sebagai “proses” interaksi antara komunikator dan komunikan. Sedangkan Hubley (1993: 45 ) menyatakan bahwa “communication involves the transfer between people of information including ideas, emotions, knowledge and skills”.
Terkait dengan pengertian komunikasi, Effendi ( 1986 : 3 ) memberikan pengertian komunikasi dari dua segi, yaitu dari segi etimologis, dan terminologis. Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication, dan istilah ini juga bersumber dari kata communis yang artinya sama, dalam arti kata sama makna mengenai suatu hal. Dengan demikian, apabila komunikan mengerti apa yang dikomunikasikan oleh komunikator, berarti komunikasi telah berlangsung dengan efektif.
Secara terminologis, “komunikasi” berarti proses penyampaian suatu pesan atau pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Teknologi komunikasi mempunyai pengertian bahwa semua perangkat keras/fisik ( hardware ) dan perangkat lunak (software) yang menghubungkan berbagai bagian dari perangkat keras yang mentransfer data dari lokasi fisik yang satu (komuniator) ke lokasi fisik lain (komunikan) (Loudon 1995 : 12 ).
Seperti yang dikemukakan Hartoyo dalam makalah (Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komnikasi dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia);(2009), bahwa teknologi dan informasi (TIK) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi.

3. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Belajar Bahasa Inggris

Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, TIK dengan dukungan sistem dan jaringan (network) komputer memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dengan melihat fisik maupun mendengar suara secara langsung meskipun pihak-pihak yang berkomunikasi berada ditempat yang berbeda.
Perkembangan TIK yang sedemikian pesat telah berpengaruh terhadap aplikasi komputer dalam penunjang pembelajaran bahasa, yang sering dikenal dengan istilah Computer-Assisted Language Leraning (CALL). Komputer sebagai media digunakan untuk membantu pembelajar dalam pembelajaran, seperti halnya pembelajaran bahasa.

Konsep Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis TIK dalam Dunia Pendidikan

Inovasi yang ada dalam pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu upaya baru dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan berbagai metode, pendekatan, sarana dan suasana yang mendukung untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Lebih lanjut, istilah ‘baru’ dalam inovasi dapat dimaknai sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi (siswa). Jadi, inovasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis ICT dapat diwujudkan dengan perangkat pembelajaran berbasis ICT. Perangkat tersebut meliputi:
- Kerangka konsep KTSP
- Silabus-RPP
- Materi ajar
- Media/alat peraga, dan
- Evaluasi pembelajaran..
Secara sederhana, konsep inovasi dalam pembelajaran bahasa Inggris berbasis ICT dapat dilihat dari hasil perangkat pembelajarannya. Keseluruhan perangkat ini dikemas dalam format pembelajaran berbasis ICT dengan tidak mengesampingkan kompetensi komunikatif siswa dalam mempelajari bahasa asing. Titik tekan pembelajaran masih menonjolkan hakikat pembelajaran bahasa sebagai sarana komunikatif siswa dalam mengenal dunai sekitarnya. Dampak dari inovasi pembelajaran bahasa Inggris adalah lahirnya para guru inovatif.
Sebagai media dalam proses pendidikan, ICT menawarkan beberapa aplikasi yang dapat dilakukan inovasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Aplikasi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. E-learning
E-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaanya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer. Seperti Kursus atau pendidikan dengan media pembelajaran jarak jauh (distance learning) dan cyber classroom.
Ada tiga sistem pembelajaran berbasis Internet dalam E-learning
a. Web Course
Merupakan penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran dimana bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian melalui internet atau tidak ada tatap muka dalam proses pembelajaran Seperti proses pendidikan jarak jauh (distance Education); virtual university.
b. Web Centric Course
Berbeda dengan Web Course, Web Centric Course lebih menekankan pembelajaran dimana bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, dan latihan melalui internet. Ujian, dan sebagian konsultasi, diskusi & latihan secara tatap muka persentase tatap muka yang dilakukan dalam proses pembelajaran lebih kecil. Seperti university off campus.
c. Web Enhanced Course
Merupakan penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran dimana internet hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran secara tatap muka atau persentase tatap muka yang dilakukan dalam proses pembelajaran lebih besar.


2. E-Library
Merupakan perpustakaan onlineyang berisikan 800 milyar informasi tentang ilmu pengetahuan dll.

3. Virtual University
Merupakan aplikasi dari proses pendidikan jarak jauh, dimana virtual university merupakan salah satu kemudahan yang diberikan layanan internet bagi pembelajar yang mengalami kesulitan dalam hal waktu tatap muka langsung, dan tentunya dalam prosesnya tidak mengurangi kualitas dari pendidikan tersebut.

4. EdukasiNet
Merupakan situs pembelajaran berbasis internet; artikel, rancangan pengajaran, bahan ajar, proyek pendidikan, kurikulum, tutor, pusat sebaran dan penerbitan, forum diskusi, Interactive school magazine, video teleconference (kelompok diskusi berpusat di Global School Network, cu-seemeschools@gsn.org), TV Edukasi dan search engine. Bentuk-bentuk pengembangan lain internet dalam media pendidikan Lab Online (Virtual Laboratory), Data base materi yang ter-update, RealtimeWeb sharing dan diskusi.
Pada dasarnya situs EdukasiNet dapat dimanfaatkan oleh siapa saja dan dengan cara yang sangat bervariasi dan fleksibel, tergantung kepada situasi dan kondisi sekolah dan guru yang bersangkutan. Namun demikian, untuk membantu para guru dalam pemanfaatan situs ini, beberapa bentuk pola pemanfaatan berikut dapat dilakukan.

5. Jardiknas
Jardiknas merupakan Wide Area Network (WAN) Pendidikan skala Nasional Jardiknas terdiri dari 4 zona jaringan, meliputi: (1) Jardiknas Kantor Dinas/Insitusi (DiknasNet), (2) Jardiknas Perguruan Tinggi (Inherent), (3) Jardiknas Sekolah (SchoolNet), dan (5) Jardiknas Guru dan Siswa (TeacherNet and StudentNet). Manfaat Jardiknas secara umum antara lain:
a. Peningkatan kecepatan layanan informasi yang integral, interaktif, lengkap, akurat dan mudah didapat.
b. Memberikan pelayanan data dan informasi pendidikan secara terpadu.
c. Menciptakan budaya transparan dan akuntabel.
d. Merupakan media promosi pendidikan yang handal.
e. Meningkatkan komunikasi dan interaksi baik secara lokal maupun internasional.
f. Mengakses berbagai bahan ajar dari seluruh dunia, dan
g. Meningkatkan efisiensi dari berbagai kegiatan pendidikan.
Bahkan untuk membuat jaringan yang lebih luas, aplikasi yang ada dalam ICT disalurkan pula dalam bentuk jaringan internet. Hingga saat ini jaringan ini telah menjadi suatu medium belajar dan mengajar yang perlu diperhitungkan kemanfaatannya.
Teknologi merupakan produk kreatif manusia untuk memenuhi berbagai keperluan hidup secara efektif. Saat ini teknologi informasi termasuk karya besar manusia untuk mengejawantahkan segala keinginannya. Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang pesat dan telah membawa perubahan yang luar biasa pada segala aspek kehidupan manusia. Tak pelak lagi internet telah memengaruhi pola berkomunikasi antarmanusia dalam dunia maya. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta.
Internet menawarkan banyak fasilitas untuk dunia pendidikan. Fasilitas komunikasi yang disediakan internet telah memungkinkan kelas online menjadi kenyataan dengan mempergunakan halaman web berbasis teks, surat elektronik (e-mail), pertukaran teks dan atau suara secara langsung (Internet Relay Chat), dan berbagai fasilitas multimedia interaktif. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan, baik yang bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsung atau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimasimalkan untuk pencapaian hasil belajar.
Sejauh ini cukup banyak penelitian dan eksperimen yang berkenaan dengan pemanfaatan komputer dan internet untuk kegiatan belajar bahasa. Penelitian Davis dan Thiede tahun 2000 (Purnawarman, 2002) menunjukkan bahwa asynchronous electronic discourse dalam pelajaran menulis mampu menumbuhkan kesadaran pembelajaran linguistik dan gaya menulis. Chen et al. (Purnawarman, 2002) melakukan penelitian dengan melibatkan mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Asing pada National Cheng Kung University dengan fokus pembelajaran menulis bahasa Inggris melalui internet. Penelitian ini membuktikan bahwa pertukaran pesan melalui internet mampu membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan komunikasi baru dan memperkuat kemampuan mereka berbahasa Inggris.
Penelitian lain dilakukan Susana M. Satillo dari Montclair State University mengenai fungsi wacana dan kompleksitas sintaktis pada komunikasi sinkronis dan asinkronis. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan, yaitu (1) apakah fungsi wacana yang disajikan pada diskusi sinkronis pembelajar ESL dalam penugasan membaca, baik secara kuantitatif maupun kualitataif berbeda dengan yang dilakukan melalui diskusi asinkronis, dan (2) cara CMC (Computer-Mediated Communication) yang mana yang memperlihatkan keluaran pembelajar yang lebih kompleks secara sintaktis. Hasilnya menunjukkan bahwa secara kuantitatif dan tipe fungsi wacana yang disajikan pada diskusi sinkronis sama dengan tipe modifikasi interaksional yang ditemukan pada percakapan bersemuka. Fungsi wacana pada diskusi asinkronis lebih dipaksakan daripada diskusi sinkronis dan sama pada lingkup evaluasi respon pertanyaan terhadap kelas bahasa yang biasa. Penangguhan diskusi asinkronis memberikan peluang kepada pebelajar untuk memproduksi bahasa yang kompleks secara sintaktis. Selain itu, Flank meneliti kompleksitas sintaktis dalam pengembalian informasi melalui multimedia (http://www.ai.mit.edu/people/jimmylin/papres/flank), Gouvea meneliti kompleksitas sintaktis bahasa Portugis dan Bahasa Inggris orang Brasil melalui Rapid Serial Visual Presentation (http://www.umd.edu/~gouvea/A Gouvea_WP_RSVP.PDF), dan Leather meneliti gaya mengajar dengan salah satunya menggunakan program komputer.
Dengan mencermati berbagai penelitian tersebut, tampaknya dalam pembelajaran keterampilan berbahasa para pengajar bahasa perlu melakukan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Oleh Masyarakat Umum Guna Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Dengan bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang canggih seperti sekarang, belajar apapun juga sudah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, termasuk belajar bahasa Inggris. Untuk belajar bahasa Inggris sudah tidak harus ke pendidikan formal. Banyak orang menciptakan aplikasi yang dapat memandu kita untuk belajar bahasa Inggris, yang dikemas secara menarik. Bahkan banyak dari aplikasi-aplikasi tersebut yang bersifat mobile, misalnya aplikasi-aplikasi yang ada di smartphone.
Dengan smartphone kita bisa belajar menerjemahkan, melafalkan, mendengarkan, dan lain-lain. Dengan kemudahan tersebut semua orang berpeluang untuk dapat berbicara bahasa Inggris, hanya saja harus didorong dengan motivasi yang tinggi agar konsisten dalam belajar dan latihan bahasa Inggris.
Berikut ini adalah beberapa kesimpulan dari tulisan dan penelitian yang kami rangkum:

ABDURRACHMAN FARIDI;
INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS ICT DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

ICT merupakan wujud kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang harus dioptimalkan fungsinya, terutama dalam pelaksanakan pembelajaran bahasa Inggris. ICT memberikan peluang untuk menapaki komunikasi global, sehingga dalam menghadapi era persaingan global siswa perlu mendapat bekal yang memadai. Melalui inovasi pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis ICT dapat memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengasah dan memacu kompetensinya dalam skala internasional. Di sisi lain, sikap mental dan kemadirian dalam mengakses segala infromasi pembelajaran yang dibutuhkan secara mandiri memberikan pengaruh dalam penanaman nilai-nilai kepribadian siswa agar tidak selalu menggantukan hidupnya dengan orang lain.

MUHAMMAD YAUMI
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSEBERBASIS TIK

Ø Pengambangan bahan ajar bahasa Inggris berbasis teknologi informasidan komunikasi mencakup beberapa tahap, yakni tahap (1) merancang tujuan Instruksional, (2) analisis instruksional (3) analisis pengetahuan prasyarat dan karakteristik peserta didik (4) menyusun kompetensi atau kinerja yang diinginkan, (5) mengembangkan instrumen (6) menyusun strategi instruksional, (7) menyusun bahan ajaryang sesuai (8) melakukan evaluasi formatif, dan ( 9) melakukan evaluasi sumatif. Web-blog tidak perlu terlalu ramai dengan warna-warni, pemanfaatan web-blogtidak meninggalkan pertemuan face to face, tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat berpikir, dan pelaksanaan penilaian harus dapat mengukur keempat keterampilan bahasa dan bukan hanya readingdan writingsaja.
Ø Model bahan ajar bahasa Inggrisyang mengintegrasikan TIK lebih efektif dibandingkan dengan bahan ajar yang tidak mengintegrasikan TIK atau pembelajaran tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa hasil post-testmemperlihatkan terdapat 34 (85%) responden dari kelompok TIK dan hanya 11 (27,5%) responden dari kelompok tradisional mendapat skor baik dan baik sekali. Padahal hasil pre-test menunjukkan tingkat yang hampir sama, yaitu 4 (10%) responden dari kelompok TIK dan 3 (7,5%) responden dari kelompok tradisional berada pada skor baik dan amat baik.

KESIMPULAN
Kemampuan berbicara bahasa Inggris menjadi mutlak dibutuhkan di dunia globaisasi. Setiap kita yang tidak ingin termakan oleh jaman globalisasi, kita harus berusaha keras untuk menguasai bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional, yakni bahasa pengantar yang digunakan untuk berkomunikasi antara warga beda Negara. Tidak kalah pentingnya dengan menguasai bahasa Inggris, penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu keharusan agar tidak termakan oleh jaman. Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan memanfaatkan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat mungkin dilakukan oleh siapapun. Karena banyak perangkat teknologiyang mendukung kita untuk belajar bahasa Inggris. Baik berupa software, film di televisi, radio, dan lain-lain. Selain itu kita juga dapat belajar dengan perangkat yang bisa dibawa kemana saja (mobile), yakni berupa smartphone. Karena dengan smartphone,setiap orang bisa mendapatkan aplikasi-aplikasi yang dapat mendukungnya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Sumber-sumber:
Miarso,Yusufhadi. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Edisi I Cetakan 3. Jakarta:Kencana Prenada Media Group
Muijs, Daniel and David Reynolds. 2008.Effective Teaching: Evidence and Practice. London: Sage Publications.
Robinson,Paulina. English For Specific Purposes. Oxford: Pergamon Press, Ltd, 1990
http://basindoa.blogspot.com/2010/01/teknologi-internet-dalam-pembelajaran.html
http://deviselviana3.blogspot.com/
http://ronnygunawan2010.blogspot.com/2011/09/pembelajaran-berbasis-teknologi.html
http://www.academia.edu/4068670/Pengembangan_LKS_berbasis_ICT_pada_Pembelajaran_Matematika_SMP_RSBI
http://www.balitbangdiklat.kemenag.go.id/indeks/jurnal-kediklatan/435-mungkinkah-call-computer-assisted-language-learning-digunakan-untuk-kegiatan-belajar-mengajar-bahasa-inggris-di-indonesia.html

PENDIDIKAAN BAHASA INGGRIS DAN LINGKUNGAN MEMPENGARUHI MOTIVASI MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Di era globalisasi saat ini terjadi banyak perubahan ataupun perkembangan yang terjadi dalam dunia teknologi, budaya dan ekonomi. Untuk dapat bertahan dalam berbagai kemajuan yang terjadi, pemerintah melakukan perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia salah satunya adalah pendidikan bahasa inggris. Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa inggris telah menjadi bahasa Internasional. Hampir semua negara menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.  Melihat perkembangan diberbagai bidang pula yang memerlukan kemampuan berbahasa inggris, tentunya diharapkan masyrakat Indonesia mampu berbahasa inggris dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia.
Di Indonesia pendidikan bahasa inggris sudah dilakukan sejak pendidikan tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi. Bahkan ada beberapa sekolah berstandar internasional yang menerapkan bahasa inggris dalam seluruh kegiatan sekolah termasuk kegiatan belajar di sekolah. Namun kenyataanya kemampuan berbahasa inggris masyarakat Indonesia masih sangat kurang. Motivasi masyarakat dalam menggunakan bahasa inggris di kehidupan sehari-hari masih sangat kurang. Hal lain yang mempengaruhi motivasi menggunakan bahasa inggris adalah lingkungan. Jika lingkungan seseorang biasa menggunakan bahasa inggris maka orang tersebut akan termotivasi menggunakan bahasa inggris, tapi jika tidak terbiasa menggunakan bahasa inggris maka tidak akan ada motivasi yang tumbuh untuki menggunakan bahasa inggris. Jika seseorang telah mendapatkan pendidikan bahasa inggris namun lingkungannya tidak mendukung, maka akan mengurangi motivasi dalam menggunakan bahasa inggris. Jadi kedua faktor tersebut sangat behubungan satu sama lain.

Selasa, 03 Desember 2013

KASUS BISNIS ONLINE 2


KASUS BISNIS ONLINE 2
Pengertian bisnis online adalah bisnis yang dijalankan secara online biasanya menggunakan jaringan internet sedangkan informasi yang akan disampaikan atau dijual biasanya menggunakan media website
Bisnis online memiliki prospek yang cukup besar pada saat ini dan dimasa mendatang dimana hampir semua orang menginginkan kepraktisan dan kemudahan dalam hal memenuhi kebutuhan, praktis adalah salah satu ciri khas dari bisnis online dimana transaksi suatu bisnis dapat dilakukan tanpa betatap muka atau bahkan tidak saling kenal sebelumnya. Namun hal tersebut justru menjadi celah untuk beberapa orang dalam melakukan kecurangan dalam bisnis online.
Kasus:
MALANG, KOMPAS.com - Seorang pedagang kemucing, Sumaryono (37) tertipu puluhan juta rupiah setelah berbisnis via online. Pelaku penipuan mengaku sebagai calon pembeli kemucing.
Korban yang merupakan warga jalan Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu langsung melaporkan hal tersebut ke Polresta Malang.
Kabag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan, Rabu (19/9/2012) menjelaskan, korban sendiri tidak mengenal calon pembelinya. Dia bertransaksi melalui telepon.
"Setelah pelaku menelepon korban, dan siap membeli barangnya secara online, pelaku langsung meminta nomor rekening korban untuk transfer uangnya. Tak butuh waktu lama, pelaku langsung mengaku sudah transfer uang ke rekening korban," katanya.
Dengan hati bangga, korban langsung mengecek rekening miliknya untuk memastikan apakah uang itu sudah masuk atau belum. "Setelah dicek korban, ternyata uang tidak masuk. Lalu korban memberi tahu kepada pelaku kalau uangnya belum masuk," katanya.
Saat itulah korban mulai melakukan aksinya. Tanpa sadar korban dipandu untuk mengecek uang yang telah ditransfernya. "Saat di ATM itulah, korban malah dipandu dan justru mentransfer uangnya ke no rekening pelaku yang menyamar calon pembeli itu," kata Dwiko.
Korban baru menyadari dirinya sudah tertipu sesaat setelah uang miliknya ditransfer ke nomor rekening pelaku. "Saat korban mencoba menghubungi nomor telepon pelaku, sudah tidak aktif. Saat ini, polisi sedang menyelidiki kasus ini," tegas Dwiko.
Dari kasus tersebut, Dwiko mengimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Malang, untuk tidak mudah percaya pada seseorang jika berkaitan dengan uang dan sejenisnya. "Terutama transaksi secara online," katanya.
Dwiko menambahkan, sejak 2012 penipuan sejenis sudah sering terjadi di Kota Malang, korbannya kebanyakan kalangan mahasiswa. "Korban yang melapor ke sini dengan kasus yang sama kurang lebih ada puluhan," tandas Dwiko tanpa menyebutkan korban-korbannya.
Analisis:
Dalam banyak kasus penipuan bisnis online biasanya yang adalah para penjual menipu pembelinya. Namun dalam kasus ini, justru calon konsumen yang melakukan penipuan terhadap produsennya. Calon pembeli tersebut telah melakukan pelanggaran bisnis dan juga melakukan tindak kriminal, karena telah menipu. Dari kasus tersebut kita mendapat suatu pelajaran bahwa produsen atau penjual juga harus berhati-hati dalam menjalankan bisnis online, agar resiko penipuan seperti ini tidak mudah terjadi lagi.
Referensi:

KASUS BISNIS ONLINE 1


KASUS BISNIS ONLINE 1
Pengertian bisnis online adalah bisnis yang dijalankan secara online biasanya menggunakan jaringan internet sedangkan informasi yang akan disampaikan atau dijual biasanya menggunakan media website. Bisnis online memiliki prospek yang cukup besar pada saat ini dan dimasa mendatang dimana hampir semua orang menginginkan kepraktisan dan kemudahan dalam hal memenuhi kebutuhan, praktis adalah salah satu ciri khas dari bisnis online dimana transaksi suatu bisnis dapat dilakukan tanpa betatap muka atau bahkan tidak saling kenal sebelumnya.
Namun ada beberapa orang yang justru menyalahgunakan bisnis  online tersebut, berikut adalah salah satu kejahatan yang digunakan melalui cara bisnis online:
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Subdirektorat Fiskal Moneter dan Devisa (Subdit Fismondev) Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Barat mengungkap kasus penipuan bisnis secara online yang mengeruk keuntungan mencapai Rp 40 miliar.
Polisi berhasil  menangkap HM, sedangkan pelaku lainnya, MRF, masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Hingga Jumat (15/3/2013), penyidik masih mendalami kasus ini dari hasil pengembangan.
"Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus ini dan mengejar pelaku lainnya," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, yang didampingi Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul, di sela Safari Kamtibmas di Wilayah Polrestabes Bandung di RW 03 Ciroyom, Jalan Jenderal Sudirman, Bandung.
Menurut Martinus, selama menjalankan aksinya sejak bulan November 2012 hingga Maret 2013, para pelaku berhasil menjaring investor sebanyak 338 orang dengan uang yang sudah diinvestasikan sebesar Rp 40 miliar.
Kasus ini diselidiki berdasar atas masuknya tiga laporan korban penipuan ke Polda Jabar, yaitu Dian Kurniawan, Jono Setiahadi, serta Sujud Sugiono.
Modus operasi para pelaku dalam menjalankan aksi penipuan adalah dengan menggunakan alamat situs www.pandawainvesta.com. Kepada para korban dijanjikan keuntungan sebesar 50 persen, 70 persen, 100 persen, dan 300 persen. Semakin besar dana yang diinvestasikan, semakin besar keuntungan yang dijanjikan.
"Para korban ditipu dengan diajak menanamkan uangnya dalam investasi Forex. Pada kenyataanya, keuntungan yang dijanjikan tidak terpenuhi," kata Martinus.
Disebutkannya, jika HM dan kawan-kawan terbukti melakukan penipuan, pelaku bisa dikenai pasal berlapis. Pasal yang dikenakan antara lain Pasal 28 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, perihal menyebar berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Pelaku juga bisa dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Tribun Jabar/dic)
Analisis:
Dalam kasus ini pelaku telah melanggar Pasal 28 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, perihal menyebar berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Saran untuk orang-orang yang berinvestasi harus lebih teliti dan mengenali bisnis yang akan dipilih. Para investor harus lebih teliti, kritis dan mempunyai informasi yang cukup untuk menentukan bisnis yang akan dipilih agar dapat mengurangi resiko-resiko kerugian ataupun kemungkinan terjadinya penipuan,
Referensi:


PELANGGARAN ETIKA BISNIS 3


PELANGGARAN ETIKA BISNIS 3
Pendahuluan
Pelanggaran etika bisnis yang terjadi di Indonesia nyatanya cukup banyak terjadi. Salah satunya yaitu sebuah perusahaan yang sedang mengalami penurunan (pailit) akhirnya memutuskan untuk melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK itu secara sepihak dan perusahaan sama sekali tidak memberikan pesongan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Maka perusahaan sepeti ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Sebagai karyawan harus mendapatkan hak atas ketenagakerjaan.
 Tanggung jawab perusahaan ada 3 Syarat :
 1. Mengandaikan bahwa suatu tindakan di lakukan secara sadar.
 2. Mengandaikan adanya kebebasan dalam melakukan tindakan secara bebas
 3. Orang yang melakukan tindakan memang mau melakukan tindakan itu sendiri
Kasus
Puluhan karyawan PT ABC, Kamis (11/3), kembali berdemonstrasi dengan cara memblokade pintu masuk kantor Indosiar di Jalan Damai nomor 11, Daan Mogot Raya, Jakarta Barat. Bukan cuma itu, demonstran juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk yang mewakili perasaan mereka.
Dalam unjuk rasa tersebut, demonstran memprotes manajemen ABC yang memecat mereka secara sepihak. Para karyawan yang memblokade Jalan Damai pun mengakibatkan Jalan Daan Mogot Raya macet total. Menurut Ketua Serikat Karyawan Dicky Irawan, pihak manajemen tidak adil dan pilih kasih dalam hal pemecatan.
Karena itu, karyawan yang telantar berdemo menuntut keadilan. Selain itu, demonstran juga menuntut pembayaran upah yang belum dibayarkan perusahaan. Hingga tulisan ini disusun, manajemen Indosiar belum memberikan keterangan terkait kasus ini.(ASW/ADO)
Analisis :
Dalam hal ini Perusahaan tersebut telah melanggar ketetapan pemberian yang pesangon telah di tetapkan pemerintah dalam Pasal 156 yaitu;
(1)   Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.
(2)   Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
Dalam hal ini Indosiar telah melanggar etika hukum dalam ketenagakerjaan.

Dalam pemutusan hubungan kerja sudah seharusnya suatu perusahaan memberikan kebijakan berupa pesangon dan telah membayar seluruh kewajibannya dalam hal membayar upah karyawannya, yang merupakan hak mutlak yang harus mereka terima (Pengupahan Pasal 88) yaitu setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
Referensi:


PELANGGARAN ETIKA BISNIS 2


PELANGGARAN ETIKA BISNIS 2
Liputan6.com, Jakarta: Inspeksi mendadak Badan Pupuk dan Obat-obatan Departemen Pertanian di PT. ABC Rabu (7/6), menemukan produsen pembasmi nyamuk XXX ini menggunakan pestisida berbahan aktif klorpirifos dan diklorvos. Pihak manajemen perusahaan di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, masih menggunakan kedua zat berbahaya dengan alasan belum menerima izin baru dari Departemen Pertanian.
Deptan telah mengeluarkan larangan pemakaian klorpirifos dan diklorvos sejak April 2004. Namun dengan dalih belum mendapat izin baru, perusahaan ini memproduksi obat pembasmi nyamuk dengan zat berbahaya itu hingga awal tahun ini. Atas pelanggaran ini, PT ABC diminta menarik seluruh produknya dalam waktu dua bulan.
Deptan menerbitkan larangan pemakaian pestisida jenis klorpirifos dan diklorvos sesuai surat edaran Komisi Pestisida Nomor 166 Tahun 2004. Kedua zat ini dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.
Walau pemerintah telah meminta PT ABC, produsen obat nyamuk XXX, untuk menarik seluruh produknya, hingga Kamis (8/6) ini pembasmi nyamuk berbahan berbahaya itu ternyata masih beredar di pasaran. Adapun pembasmi nyamuk XXX menggunakan bahan klorpirifos dan diklorvos. Padahal kedua bahan pestisida ini telah dilarang digunakan oleh Departemen Pertanian sesuai surat edaran Komisi Pestisida Nomor 166 Tahun 2004.
Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) dokter Marius Widjajarta menilai keputusan pemerintah agar PT ABC menarik seluruh produknya dalam waktu paling lambat dua bulan sangat beralasan. Sebab kedua bahan aktif yang digunakan itu dapat mengakibatkan kanker hati bagi manusia yang menghirupnya. "Untuk membuktikannya memang harus dalam jangka panjang karena sifatnya kumulatif. Mungkin satu orang baru setahun atau dua tahun baru ada gangguan," jelas Marius di Jakarta, baru-baru ini.Adapun masyarakat tampaknya belum mengetahui dampak penggunaan klorpirifos dan diklorvos.
Sementara itu, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengaku pihaknya hingga kini belum mengetahui laporan adanya kandungan pestisida berbahaya pada obat nyamuk XXX. Ditemukannya penggunaan klorpirifos dan diklorvos pada obat nyamuk XXX setelah Badan Pupuk dan Obat-obatan Deptan melakukan inspeksi mendadak ke PT ABC di kawasan Gunungputri, Bogor, Jawa Barat. Dengan temuan tersebut, PT ABC terancam sanksi berupa denda sebesar Rp 2 miliar dan atau kurungan penjara lima tahun. (BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Analisis:
Dalam kasus ini, PT. ABC telah terjadi melakukan pelanggaran etika bisnis karena telah menggunakan bahan berbahaya pada produksi obat nyamuknya. PT. ABC juga tidak mencantumkan keterangan zat berbahaya tersebut pada kemasan, sehingga produsen tidak mengetahui zat berbahaya tersebut. Zat berbahaya tersebut dapat merugikan konsumen. Dampak negatif dapat dari zat berbahaya tersebut yaitu dapat menganggu kesehatan manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung. Pelanggaran lainnya yaitu PT.ABC dapat dianggap lambat dalam menarik peredaran produk obat nyamuknya atas batas waktu yang telah ditentukan pemerintah.
Jika dilihat menurut UUD, PT. ABC telah melanggar beberapa pasal, diantaranya:
1.      Pasal 4, hak konsumen adalah:
Ayat 1: “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”.
Ayat 3: “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”.
PT. ABC tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan mengurangi biaya produksi obat nyamuk XXX.
2.      Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah:
Ayat 2: “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”.
PT. ABC tidak pernah memberi indikasi penggunaan pada produk mereka, dimana seharusnya apabila sebuah kamar disemprot dengan pestisida, harus dibiarkan selama setengah jam sebelum boleh dimasuki lagi.
3.      Pasal 8
Ayat 1: “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan”
Ayat 4: “Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran”
PT. ABC tetap meluncurkan produk mereka walaupun produk XXX tersebut  tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku bagi barang tersebut. Seharusnya, produk XXX tersebut sudah ditarik dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari produknya.
4.      Pasal 19
Ayat 1: “Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan”
Ayat 2: “Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”
Ayat 3 : “Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi”
Menurut pasal tersebut, PT. ABC harus memberikan ganti rugi kepada konsumen karena telah merugikan para konsumen.
Kesimpulan
Etika bisnis sangat diperlukan dalam berbisnis. Etika bisnis adalah standard an pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikan etika bisnis sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, kejujuran, transparan dan sikap yang professional. Dengan adanya etika di dalam berbisnis tentunya tidak akan merugikan konsumen atau perusahaan tersebut. Tidak akan ada yang dirugikan dan tidak akan ada yang menjadi korban. Dan hasilnya pun perusahaan akan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Inspeksi dadakan seperti ini sangat diperlukan, agar dapat mengetahui kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang dapat merugikan masyarakat, dan untuk pemerintah agar menghukum perusahaan yang telah melakuakan kecurangan karena perusahaan tersebut dapat merugikan masyarakat dan masyarakatlah yang akan menjadi korban. Sebagai konsumen kita juga harus lebih kritis dalam mengkonsumsi suatu produk. Untuk mengurangi resiko-resiko yang dapat terjadi, kita dapat memilih produk dengan sertifikat halal, memiliki nomor bpom, memperhatikan komposisi produk pada kemasan dan lain-lain.

Referensi:


KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS 1


KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS 1
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005). Etika dalam berbisnis sangat diperlukan, tujuannya agar transaksi bisnis dapat berjalan dengan lancar dan tidak merugikan pihak manapun. Dalam kenyataannya pelanggaran-pelanggaran etika bisnis masih banyak dilakukan. Persaingan pasar yang semakin sulit membuat beberapa perusahaan mencoba berbagai cara untuk menarik konsumen, namun terkadang tindakan tersebut melanggar etika bisnis. Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh kasus berikut ini:
Sebuah perusahaan yang bernama PT.XXX memproduksi produk berupa biskuit cokelat OR. Produk tersebut mampu menarik hati konsumen karena rasanya yang enak dan jargon iklannya yang sangat menarik (diputar, dijilat, dicelupin). Jargon tersebut sangat melekat, terutama pada anak-anak yang memang menjadi segmentasi pasar produk tersebut. Namun sekitar 5 tahun yang lalu diketahui bahwa biskuit cokelat tersebut mengandung bahan susu bermelamin. BPOM dan dinas kesehatan mengatakan bahwa produk biskuit cokelat OR yang produksi luar Negeri mengandung melamin, sedangkan yang dalam negeri tidak. Untuk membedakannya lihat kode pada kemasan produk tersebut, MD = produksi dalam Negeri dan ML = produksi luar negeri. Seperti di ketahui bahwa susu dan produk turunannya yang mengandung formalin mengguncang Cina karena telah merenggut nyawa 4 bayi dan menyebabkan sekitar 6244 bayi terkena penyakit ginjal akut.(sumber : Kompas,20 September 2008)
Berita tersebut cukup membuat khawatir konsumen di Indonesia. Hal tersebut berdampak pada penurunan penjualan produk tersebut yang semakin menurun drastis. PT.XXX berusaha membersihkan nama produk tersebut, walaupun butuh waktu cukup lama untuk meyakinkan kembali konsumennya. Promosi dan iklan produk tersebutpun dibuat cukup gencar, dengan menegaskan dalam iklannya bahwa produk tersebut aman dan higenis.
Analisis:
Dari kasus tersebut dapat disimpulakan bahwa PT.XXX telah melakukan pelanggaran etika bisnis. Pelanggaran tersebut sudah merugikan banyak pelanggan dan perusahaan itu sendiri. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan perushaan tersebut berdasarkan undang-undang sabagai berikut:
Pasal 4, hak konsumen adalah :
Ayat 1 : “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”.
Ayat 3 : “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”.
PT. XXX tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan mengurangi biaya produksi biskuit coklat OR.
Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah :
Ayat 2 : “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”
Pasal 8
Ayat 1 : “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan”
Ayat 4 : “Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran”
PT XXX tetap meluncurkan produk tersebut walaupun tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku bagi barang tersebut. Seharusnya, produk tersebut sudah ditarik dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari produknya.
Pasal 19 :
Ayat 1 : “Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan”
Ayat 2 : “Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”
Ayat 3 : “Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi”
Menurut pasal tersebut, PT XXX harus memberikan ganti rugi kepada konsumen karena telah merugikan para konsumen.
Sebagai produsen seharusnya bertindak jujur kepada konsumen, tidak menambahkan zat berbahaya pada  produk terutama makanan. Sebagai konsumen kita juga harus lebih teliti memilih produk, jika memilih produk konsumen sebaiknya melihat komposisinya, logo halal, logo BPOM dan mengecek nomor BPOM apakah benar-benar asli atau tidak.

REFERENSI: